puisi

Sajak Kelabu Di Balik Stasiun

Oleh : Nur ma’rifatul jannah20141221_071918

Kereta penataran berhenti mengakhiri perjalananku

Wonokromo, stasiun yang sama satu tahun silam

Semua masih sama; lorong-lorong jalan, musholla, kursi ruang tunggu

Mata ini tiba-tiba berair setelah beradu menatap setiap sudut itu

Air mata apa ini? Umpatku sambil mengusap kesal

Aku berjalan, berjalan menyusuri lorong stasiun

Bertanya pada satpam, penjaga loket, penjual di toko, supir angkot,

Tak peduli siapapun asal kutemukan cara pulang

Ini bukanlah masa satu tahun silam, ini adalah sekarang

Tak ada waktu untuk sekedar berdiam menanti

Tak ada yang memaksaku untuk tetap bertahan di kursi tunggu

Tak ada lagi perjumpaan, tak ada lagi penjemput rindu, semua telah kelabu

Aku menguatkan hati, tetap melangkah di tepian jalan raya demi kutemukan cara pulang

Ku menepi berhenti sejenak, bus mini menyambut

Akhirnya ku temukan caraku sendiri untuk pulang

Sendiri, tanpamu harus menanti

Malang, 30 Maret 2017

 

 

 

 

 

Nur Ma’rifatul Jannah dengan nama pena Cahaya_Ma’rifaht lahir tanggal 28 Maret 1996 tepatnya di Kota sejarah, Majapahit. Alumni PONPES Roudhotul Muttaqin Mojokerto. Menimba ilmu sejak SMP-SMA di Pondok tersebut. Sekarang melanjutkan kuliah di UIN MALIKI Malang jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Menyukai coret-coret kata sejak duduk di bangku SD hingga kini.

Fb        : cahaya ma’rifaht

Email   : makrifahtul.jannah@gmail.com

Cp       : 085815824715

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s