puisi

Rindu yang Melintas

 

687474703a2f2f3174346a75776974612e66696c65732e776f726470726573732e636f6d2f323031322f30332f66333332343163643163393037393038666539396235336334646136373863372d64347337726e635f6c617267652e6a7067

 

Seringkali aku diperolok rindu

Karena aku yang tak mampu mengakui

Seringkali rindu mendustai hati yang disinggahinya

Karena ia yang takut sesak di dada

Aku berujar rindu

Karena ia sedang mengembun disini (hati)

Meski kau coba tuk datangkan mentari,

Tuk mengakhirinya

Ia pun tersipu malu

Bersembunyi di balik awan

Karena ia tahu,

Rindu yang mengembun

Akan dapat menyejukkan,

Bukan menyesakkan

Hingga rindu yang dulu tersipu

Nantinya kan tersapu temu

151016

Cahaya_Ayya

 

9 tanggapan untuk “Rindu yang Melintas”

    1. namun mengapa ia masih seringkali disalahkan, menyiksa? bukankah rindu yg mengembun itu justru menyejukkan? hehe
      makasih kak, komentarnya 🙂 di tunggu komen” berikutnya hehe

      Suka

      1. hehe iya sdkit sperti itu maksudnya, disalahkan dalam arti ia di anggap menyiksa, padahal bukankah kehadiran rasa rindu tu sendiri diharapkan? nah dsitulah dmana kita bs mencoba merasakan kesejukan rindu itu? jika kita sedang didera rindu, coba pejamkan mata, tarik napas, dan tersenyum meresapi rasa itu. mngkin dstu kan didapati kesejukan rindu itu heheheh

        Suka

    1. hemmmb…bahas soal kebencian nih… menurutku sih, tak usahlah kita mmbenci dg berusaha menciptakan ingatan” buruk tntg dia. toh, kita sndri yg bakal rugi nantinya, ujung”nya nyesek sendiri dh… hehe

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s